Sang Pencerah – 50:50
Silakan download lagu dari tim Nasyid mu’allimin yang berjudul Sang Pencerah .
Ini dari angkatan 2012 yang dipersembahkan untuk Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta
Download Sang Pencerah –+== 4shared
Download Sang Pencerah ==== mediafire.com
MUTIARA HADITS
Di tengah perjalanan, pemuda itu menoleh kepada ibu bapaknya dan sempat berbicara. Tetapi apa yang ia katakan? Apakah ia menjerit dan mengerang sakit? Atau menyuruh agar segera sampai ke rumah sakit?
Ataukah ia marah dan jengkel? Atau apa? Orang tuanya mengisahkan bahwa anaknya tersebut
mengatakan kepada mereka, ‘Jangan khawatir! Saya akan meninggal… tenanglah… sesungguhnya aku mencium bau surga.!’ Tidak hanya sampai di sini saja, bahkan ia mengulang-ulang kalimat tersebut di hadapan pada dokter yang sedang merawat. Meskipun mereka berusaha berulang-ulang untuk
menyelamatkannya, ia berkata kepada mereka, ‘Wahai saudara-saudara, aku akan mati, jangan kalian menyusahkan diri sendiri… karena sekarang aku mencium bau surga.’ Kemudian ia meminta kedua orang tuanya agar mendekat lalu mencium keduanya dan meminta maaf atas segala kesalahannya. Kemudian ia mengucapkan salam kepada saudara-saudaranya dan mengucapkan dua kalimat syahadat, ‘Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah. ‘ Ruhnya melayang kepada Sang Pencipta Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allahu Akbar… apa yang harus kukatakan dan apa yang harus aku komentari… semua kalimat tidak mampu terucap… dan pena telah kering di tangan… aku tidak kuasa kecuali hanya mengulang dan mengingat Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
‘Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.’ (Ibrahim: 27). Tidak ada yang perlu dikomentari lagi.”
Ia melanjutkan kisahnya,
“Mereka membawanya untuk dimandikan. Maka ia
dimandikan oleh saudara Dhiya’ di tempat memandikan mayat yang ada di rumah sakit tersebut. Petugas itu melihat beberapa keanehan yang terakhir. Sebagaimana yang telah ia ceritakan sesudah shalat Maghrib pada hari yang sama.
I. Ia melihat dahinya berkeringat. Dalam sebuah hadits
shahih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Sesungguhnya seorang mukmin meninggal dengan dahi berkeringat.” Ini merupakan tanda-tanda Husnul Khatimah.
II. Ia katakan tangan jenazahnya lunak demikian juga pada persendiannya seakan-akan dia belum mati.
Masih mempunyai panas badan yang belum pernah ia jumpai sebelumnya semenjak ia bertugas memandikan mayat. Padahal tubuh orang yang sudah meninggal itu dingin, kering dan kaku.
III. Telapak tangan kanannya seperti seorang yang membaca tasyahud yang mengacungkan jari
telunjuknya mengisyaratkan ketauhidan dan
persaksiaannya, sementara jari-jari yang lain ia
genggam. Subhanallah… sungguh indah kematian seperti ini. Kita bermohon semoga Allah menganugrahkan kita Husnul Khatimah. Saudara-saudara tercinta… kisah belum selesai…
Saudara Dhiya’ bertanya kepada salah seorang
pamannya, apa yang ia lakukan semasa hidupnya?
Tahukah anda apa jawabannya? Apakah anda kira ia menghabiskan malamnya dengan
berjalan-jalan di jalan raya? Atau duduk di depan
televisi untuk menyaksikan hal-hal yang ter-larang?
Atau ia tidur pulas hingga terluput mengerjakan shalat? Atau sedang meneguk khamr, narkoba dan rokok?
Menurut anda apa yang telah ia kerjakan?
Mengapa ia dapatkan Husnul Khatimah yang aku yakin bahwa saudara pembaca pun mengidam-idamkannya; meninggal dengan mencium bau surga. Ayahnya berkata, ‘Ia selalu bangun dan melaksanakan shalat malam sesanggupnya. Ia juga membangunkan keluarga dan seisi rumah agar dapat melaksanakan shalat Shubuh berjamaah. Ia gemar menghafal al-Qur’an dan termasuk salah seorang siswa yang berprestasi di SMU’.”
Aku katakan, “Maha benar Allah yang berfirman,
‘Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Rabb kami ialah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu” Kamilah Pelindung- pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengam-pun lagi Maha Penyayang.’ (Fushshilat: 30-32).”
(SUMBER: SERIAL KISAH TELADAN KARYA MUHAMMAD BIN SHALIH AL-QAHTHANI, PENERBIT DARUL HAQ, TELP.021-4701616 sebagai yang dinukil dari Qishash wa ‘Ibar karya Doktor Khalid al-Jabir)
Rokok !
Dalam bungkus rokok terdapat tulisan “Merokok Dapat Menyebabkan Serangan Jantung, Impotensi dan Gangguan Kehamilan dan Janin”. Bodohkah kita yang masih mengkonsumsi ?
SuJu : Konser tak Bermutu dan Bernilai
Sebagai orang Indonesia asli yang sedang prihatin atas negara yang berkembang lagi miskin, saya mengkritisi akan konser yang digelar baru-baru ini di Senayan, Jakarta, yaitu dengan mengundang artis K-pop Boyband. Dan tak beda dengan band maupun penyanyi sebelumnya. Dana bermiliyaran dihambur-hamburkan hanya untuk menggelar konser yang sama sekali tidak ada nilai plus (+), tapi banjir nilai minus (-).
Banyak sekali kawula muda yang tergiur dan berlomba-lomba menonton konser tersebut, hingga antre panjang pun mereka siap demi artis yang diidolakan. Mereka tak berpikir, yang penting bisa dapat tiket nonton.
Dalam hal tersebut, dilihat dari segi agama Islam, hal tersebut merupakan perbuatan sia-sia atau tabdzir. Membeli sesuatu untuk hal-hal yang tak bermanfaat untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Bagi orang-orang yang mengikuti dan ikut menyemarakan, apakah mereka termasuk kaum berpendidikan ? Apakah mereka masih berfikir manfaat ? Kebanyakan hanya nafsu duniawi dari setan yang mereka angkat / turuti / utamakan. Padahal tak lain setan hanya akan menjerumuskan manusia ke Neraka melalui berbagai cara, dari yang bisa dirasionalkan maupun irrasional.
Negara ini merupakan negara berkembang dan miskin, bahkan korupsi merajalela dan konspirasi menyelimuti masyarakat, tapi mereka tak sadar dan tak mau berbenah diri. Hanya lembek dan pasrah menerima keadaan, para penguasa hanya mengunggulkan sifat egoisitas. Alangkah lebih baik uang tersebut dialokasikan untuk saudara-saudara yang yatim, miskin, dan fakir (kaum dhuafa). Justru hal tersebut akan bisa mengurangi kriminalitas di Indonesia, yang setiap hari di koran tak lepas mengangkat berita kriminalitas di kolom tertentu.
Sadarkah kita, bahwa negara dan bangsa ini telah diracuni otak mereka dengan hal yang bisa membuat happy. Padahal sesuatu yang menyenangkan itu baik buat kita. Bangsa indonesia harus direkonstruksi cara berpikir mereka.
Masalah ummat belum terselesaikan, malah Boy Band yang gemilang.
Astaghfirullah.
Semoga Allah memberikan petunjuk kepada orang mukmin dan muslim, supaya mereka bisa berpikir dan berpedoman kepada Al qur’an dan sunnah. Dan semoga murka Allah tertuju kepada musuh-musuh-Nya.
I Believe I Can Fly
I used to think that I could not go on
And life was nothing but an awful song
But now I know the meaning of true love
I’m leaning on the everlasting arms
If I can see it, then I can do it If I just believe it, there’s nothing to it
I believe I can fly
I believe I can touch the sky
I think about it every night and day
Spread my wings and fly away
I believe I can soar
I see me running through that open door
I believe I can fly
I believe I can fly
I believe I can fly
See I was on the verge of breaking down Sometimes silence can seem so loud
There are miracles in life I must achieve
But first I know it starts inside of me, oh
If I can see it, then I can be it If I just believe it, there’s nothing to it
Hey, cause I believe in me, oh
If I can see it, then I can be it If I just believe it, there’s nothing to it
Hey, if I just spread my wings
I can fly
I can fly
I can fly, hey
If I just spread my wings
I can fly Fly-eye-eye
Sendiri Menyepi ~
Sendiri menyepi tenggelam dalam renungan
Ada apa aku seakan kujauh dari ketenangan
Perlahan kucari mengapa diriku hampa
Mungkin ada salah, mungkin ku tersesat
Mungkin dan mungkin lagi
Oh Tuhan aku merasa sendiri menyepi
Ingin ku menangis menyesali diri mengapa terjadi
Sampai kapan kubegini resah tak bertepi
Kembalikan aku pada cahaya-Mu Yang sempat
menyala benderang di hidupku
edcoustic ~
Keagungan Ilmu Pengetahuan
Bukanlah hal yang tabu lagi sesuatu yang disebut dengan BELAJAR. Setiap hari dan setiap saat kita tak pernah lepas dari belajar, karena merupakan kebutuhan primer manusia bukanlah kebutuhan lanjutan, seperti : sekunder dan tersier.
Allah akan mengangkat derajat hambanya yang beriman tetapi mempunyai ilmu, bukan hamba-Nya yang tak berilmu, seperti dalam surat Al Mujadilah.
Allah dan Rasul-Nya mewajibkan setiap insan untuk menuntut ilmu yang tersirat dengan lafadz yang sharih (jelas). Supaya hidup menjadi bermakna, bernilai, dan bermanfaat.
Saya tidak akan menyebutkan manfaat orang yang berilmu karena tentu sudah antum mengetahuinya. Saya hanya akan mengajak pembaca supaya menuntut ilmu / belajar selagi diberikan usia dan umur yang masih memadai untuk keberlangsungan pembelajaran (transfer ilmu).
Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat yang menyebutkan tentang ilmu. Hadits pun melebihi Al Qur’an yang menyebut kata ilmu. Perkataan ulama pun melebihi hadits dalam menyebut dan mengagungkan ilmu. Hal ini menunjukan akan kemuliaan ilmu pengetahuan yang akan memberikan makna dan nilai hidup seseorang hamba dihadapan Allah.
Ilmu Allah sangat tak terbatas (unlimited), bahkan di Al Qur’an disebutkan bahwa jika ada tinta sebanyak lautan niscaya akan kekurangan untuk menulis ilmu Allah.
Subhanallah.
Jadi, marilah kita menuntut ilmu walaupun harus berkorban harta dan jiwa untuk mendapatkannya. Dibalik semua itu terkandung hikmah yang sangat besar dalam keberlangsungan hidup insani.
-do something if you wanna get something-







newest comment